@Dapur_Bundaa

Bekerja sama dalam tim itu memang pembelajaran yg plg baik dlm mendewasakan diri karena setiap orang harus mampu menurunkan egonya masing2 sehingga sangat rentan konflik.

Hal ini kami rasakan ketika saya dan teman2 serumah memutuskan utk membuat usaha di bidang makanan dgn konsep yg msh jarang di Bali yaitu Lunch Box. Usaha yg kami namakan Dapur Bunda ini memang dibuat dgn semangat kekeluargaan dan kebersamaan. Hal ini emang bagai dua sisi mata uang, di satu sisi menjadi kekuataan krn bs membuat kami lebih kompak tp di sisi lain sgt rentan membuat pertengkaran dalam rumah. Dan memang hy dalam hitungan hari kami memulai usaha rumah tangga ini, entah sdh beberapa kali suasana rumah sedikit tegang. Hanya saja, setiap kali sehabis terjadi konflik yg akan selesai jika di komunikasikan, kami justru jd makin kompak.
Komunikasi dalam bekerja sama dlm tim memang kuncinya, apalagi kami adalah org2 dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Tapi ssecara keseluruhan kami sgt senang bs mulai merintis ini, krn slain ini pun adl proses pendewasaan, utk masa depan jika kami menggarapnya dengan serius dan profesional, maka Dapur Bunda ini akan menjadi “sesuatu”.

Nah, skalian prromosi aja kl bgt. Teman2 yg ada di wil Denpasar dan sekitarnya Dapur Bunda menyediakan Lunch Box Rp.10.000 dengan menu yg bervariasi tiap harinya dan layanan jasa antar gratis.

Melayani pula pemesanan:
- Nasi Kotak
- Prasmanan
- Kue Brownies
- Kue Basah
- Kue Kering

Hubungi kami:
0361-245641
081239990229
081999060424
Atau follow uas
@Dapur_Bunda

DAPUR BUNDA
Solusi Makan Praktis

Free Wi-Fi

Semenjak menggunakan BB, mata saya langsung jeli tiap kali melihat tulisan “free wi-fi. Yang terlintas langsung download dan browsing gratis :D .
Tapi ada kejadian yg cukup lucu mengenai wi-fi ini.
Waktu itu saya dan 2 orang kawan berkunjung kerumah kawan di gianyar. Lalu kami berencana mencari warung rujak yg enak untung mengobrol. Saat itu terllihat tulisan “wi-fi area”. Langsung lah mata jeli ku menangkap tulisan yg menggoda itu. Dan ternyata di warung itu pun menjual rujak dan tipat cantok (makanan khas ketupat dicampur sayur dengan bumbu kacang). Saat itu pikirku “keren sekali warung rujak ini dilengkapi wi-fi”.
Setelah memesan makanan favorit kami masing-masing, kawan sy Anton berinisiatif memanfaatkan layanan wi-fi tersebut. Bertanyalah dia pada pelayan warung untuk mendapatkan password wi-fi disana. Oleh pelayannya diarahkan ke petugas warnet di samping warung. Tak lama kemudian Anton kembali dengan senyum menahan tawa. Sambill ngedumel tapi juga tertawa dia bercerita bahwa ternyata yg dimaksud wi-fi area tersebut adalah kita bs mengakses wi-fi di wilayah sekitar sana setelah membayar beberapa ribu rupiah utk password per jam. Ternyata, memang kesalahan kami yg kurang jeli membaca papan promosi tersebut. Sangat jelas tdk ada kata “free” sehingga akses wi-fi memang tdk utk gratis :D .

Pengalaman yg sangat menarik, dan semenjak itu sy jadi lebih berhati-hati melihat promosi wi-fi. Apakah betul-betul gratis atau hanya areal wi-fi. Sehingga ketika malam tadi saya melihat papan “free wi-fi” di dagang terang bulan-martabak di seputaran diponegoro, sy langsung ragu apakah yang dimaksud betul2 gratis atau hrs memesan terang bulan-martabak 2bks br dpt akses wi-fi gratis hihihi…

Tapi, ini jadi semakin meyakinkanku bahwa IT atau internet memang telah menjadi kebutuhan hampir tiap org. Jadi perpaduan IT dan pendidikan yg disebut e-learning itu adalah sebuah kekuatan luar biasa apalagi sbg peluang investasi. Qiqiqiqi maaf, kebiasaan nih semua hal dikaitkan ma bisnis hahahah…

fokus pada solusi

Fokus pada solusi, ini adalah prinsip ku ketika sdg dihadang oleh masalah. Prinsip ini aku yakini seiring dengan begitu banyaknya masalah yg muncul dalam bisnis wedding organizer yg kurintis sekitar hampir 5 tahun. Pada awalnya setiap ada masalah aku merasa sangat tertekan dan stress berat hingga semua penyakit keluar. Lama kelamaan aku lelah juga karena hampir selalu merasa tidak sehat, karena masalah selalu ada saja yang menghampiri. Terlalu sibuk memikirkan masalah hanya membuat semuanya makin kacau, maka aku mencoba mengubah pola pikirku. Setiap ada masalah aku tidak lagi memikirkan mengapa masalah tersebut bs menimpaku, mengapa nasibku buruk karena masalah tersebut datang, dan pikiran-pikiran sejenis. Aku mulai memikirkan apa yg sebaiknya kulakukan untuk bisa keluar dari masalah, apa yg bisa kulakukan agar masalahsejenis tidak datang lagi.
Fokus pada solusi ini membuatku tidak sempat lagi memikirkan masalah yang datang, bahkan lama kelamaan masalah bagiku sebuah tantangan buatku berpikir lebih kreatif, walau sebenarnya sih untuk berpikir kreatif seharusnya tidak perlu menunggu masalah itu datang dulu heheh.
Tapi masalah memang selalu bisa kebih mendewasakanku :-)

Makassar, kota yg kurindukan

Makassar…
Kota yang takkan pernah terlupakan
Kota kelahiranku
Kota pertama kali aku mengenal cinta
Tak terasa dua belas tahun lamanya sudah aku meninggalkan kota yg menawanku dgn berbagai kenikmatan kulinernya

Dan malam ini….
Akhirnya aku menemukan warung kaki lima yg menjual penganan khas makassar.
Luar biasa riang rasanya hatiku
Mengecap kembali citarasa pisgor sambal, pisang epe, bikang doang,jalangkote, sarabba dan masih banyak lagi yg lain.
Ternyata aku begitu merindukan kota Makassar hehe…

Eh, tp sebenarnya kebetulan sekalian aku berbagi info bisnisku krn sebentar lg akan ada seminar CDI di Makassar yaitu:
Hari/Tanggal: Sabtu, 31 maret 2012
Tempat: Ruang Emerald 2, Hotel Swiss Bell Inn
Jalan Panakukkang, Makassar
Waktu: 19.00 wita
Pembicara: Anshar Akil
Tema: pikiranmu, masa depanmu
Investasi: Rp. 10.000,-

Jika tertarik sila hub saya di:
082144144442
Pin: 25ED8E9E

Kisah Indah Kala Senja

Sebenarnya cerita ini sdh terjadi sekitar seminggu hanya karena belum sempat menuangkannya di blog ini. Namun, cerita ini teringat lagi setelah berbincang-bincang dengan kawan-kawan yg curhat mengenai kehidupan perkawinan mereka yang sepertinya penuh masalah.
Tulisan ini tentang sepasang kakek nenek yg aku temui di ruang tunggu bandara soekarno hatta terminal 1A gate A. Seperti penumpang pada umumnya, tdk ada yg istimewa dr sepasang kakek nenek ini kecuali sikap mereka yang begitu menyayangi satu sama lain dan yg paling menarik perhatian adalah ketika si nenek menyuapkan makanan kepada si kakek.

kisah indah kala senja

Mungkin sepele, tetapi berapa pasangan kah yg masih melakukan hal indah macam ini? Berapa pasangan kah yg masih menunjukkan rasa sayang dan saling menyayangi walau usia telah beranjak menua?
Berapa pasangan kah yg masih bepergian bersama – sama?
Tapi mereka melakukannya….
Dan itu membuatku merenung…
Apa kelak aku bisa seperti itu?
Bagaimana caranya agar aku bs ttp membuat kehidupan perkawinanku tetap hangat?

Sepasang kakek nenek itu bagai oase di kala jenuhku menanti pesawat yg delay…
Betul – betul kisah indah kala senja:-)

Cuma Curhatan Sore

Hari ini sy mendapat broadcast dr beberapa kawan yang menyatakan keberatan untuk mengijinkan sholat jumat di mesjid karena bertepatan dengan hari raya Nyepi. Saya tidak tertarik untuk meneruskannya karena bagi saya sangatlah tidak penting untuk menjadikan ini sebagai isu yang penting.
Mengapa? karena bagi saya beribadah ini adalah soal hati. Segala sesuatu yg sifatnya hanya sangat jasmaniah bukanlah beribadah yg sesungguhnya. Mengapa harus memedulikan orang lain jika kita sendiri ternyata belum mampu untuk melakukannya dengan cara yg benar. Karena sesuai pengalaman saya selama ini, pelaksanaan hari raya Nyepi di Bali justru telah kehilangan substansi yg sesungguhnya.
Jika dulu ketika saya masih di Makassar, melaksanakan Nyepi berarti kami berpuasa sekeluarga selama 24 Jam, tanpa melakukan kerja apapun hanya meditasi, membaca buku-buku kehinduan, bersembahyang bersama, bahkan di suatu masa kami betul-betul melakukan Monobrata yang artinya tidak berbicara sama sekali. Karena substansi Nyepi tersebut sesungguhnya adalah proses intropeksi diri selama setahun, sudahkah kita melakukan banyak hal Dharma ketimbang Adharma, sudah kita merenung bahwa ternyata selama ini belum cukuplah kita melakukan hal – hal baik.
Namun kenyataannya, Nyepi di Bali hanya berarti bergelap-gelapan, berkumpul sekeluarga, bahkan tidak berpuasa karena justru makanan dan masakan bertumpuk saat Nyepi. Tidak heran beberapa hari sebelum Nyepi seluruh toko, pasar, bahkan supermarket dipenuhi antrian orang-orang yg berbelanja, seakan-akan Nyepi akan terjadi selama seminggu sehingga hampir tiap orang menumpuk sembako.
Antara sedih, Geli, dan miris melihat situasi ini. Lalu, jika kita sendiri belum cukup paham mengenai substansi Nyepi lalu pantaskah kita mempermasalahkan ketika orang lain dengan keyakinannya yg berbeda ingin beribadah?
Entahlah sy tak punya hak untuk mengurusi hal ini, ini pun hanya sebuah penetrasi dr pikiran seseorang yang bahkan mungkin juga belum betul-betul memahami substansi dari Nyepi itu sendiri.

Jadi, daripada sy membuat otak saya makin mumet mending promosiin bisnis #CDI ku ah…
Yuk, yg ingin mencoba bisnis dengan produk pendidikan online hubungi saya ya hahahhahah

Oya, hampir lupa Selamat Melaksanakan Nyepi ya bagi kawan-kawan yg melaksanakannya :)

Men are from Mars and Women are from Venus

Men are from Mars and Women are from Venus…
Ini sebenarnya buku yg sudah sangat lama pernah kubaca, tapi pagi ini teringat lagi isi dari buku ini setelah melalui perdebatan yg cukup panjang dan membuat emosi naik turun. Tapi setidaknya aku mendapat pelajaran dari perdebatan kami di pagi hari via bbm tersebut.
kesimpulan yang kuambil ini pun sesuai dengan yang dijelaskan dalam buku “men are from mars and women from venus”.
Dalam buku itu dijelaskan banyak sekali mengenai perbedaan antara pria dan perempuan walau akhirnya aku lebih sepakat jika itu disebut perbedaan karakter feminim dan maskulin. Karena pada dasarnya tidak semua orang sesuai dengan penjelasan di buku tersebut disebabkan oleh karakter mana yg lebih mendominasi dalam dirinya apakah feminimnya atau maskulinnya.
salah satu hal yg bisa kutarik kesimpulan mengenai perbedaan feminimitas dan maskulinitas ini yaitu:
1. maskulin: hanya akan bercerita pada pasangannya secara serius hanya jika mereka membutuhkan solusi.
2. feminim: bercerita atau cenderung curhat ketika ingin di dengarkan, (catat) hanya ingin di dengarkan. mereka akan meminta solusi jika memang benar-benar dibutuhkan. terkadang bahkan solusinya sebenarnya sudah ada tetapi hanya ingin mempertegas bahwa solusi yg dipikirkannya adalah tepat.

Nah, bayangkan jika maskulin dan feminim ini bertemu tanpa ada komunikasi terlebih dahulu soal perbedaan persepsi ini atau tidak ada pemahaman satu sama lain bahwa mereka adalah berbeda. Si feminim akan curhat yg cukup serius dan ditanggapi serius pula oleh si maskulin lalu di berikanlah saran yang kemudia sebenarnya sedang tidak dibutuhkan si feminim apalagi sampai terkesan mendikte. Hal ini tentu saja bisa menyebabkan pertengkaran karena si feminim merasa tidak dimengerti. Begitu pula hal nya ketika si maskulin tidak terlalu banyak bahkan tidak sama sekali bercerita mengenai masalahnya atau hal – hal serius lainnya, lalu si feminim merasa si maskulin tidak percaya untuk mengajaknya berbagi padahal bagi si maskulin, mereka tidak perlu bercerita jika tidak perlu masukan atau saran untuk solusi.
Terlihat betul perbedaannya kan? :D

Mengapa aku lebih suka menyebutknya pihak maskulin dan pihak feminim, karena kita tidak bisa memukul rata semua pria dan perempuan seperti itu. Karena tidak sedikit juga pria yg suka curhat yang ternyata cm ingin didengarkan karena dia sebenarnya ngerti solusinya seperti apa, lalu tidak sedikit pula perempuan yg memang hanya akan bercerita ketika dia betul-betul butuh solusi. Itulah sebabnya, menurutku yg mempengaruhi perbedaan ini justru adalah sifat yg mendominasi si pria atau perempuan tersebut, apakah sifat maskulinitas atau feminitas nya.

Hal ini lah yg terjadi padaku di perdebatan pagi ini, hanya soal sepele mungkin tapi karena karakter kami berdua adalah karakter yang sama – sama mendominasi sehingga memang diperlukan pengertian satu sama lain dan harus ada yg mengalah salah satu pihak. Akhirnya kuputuskan aku yg mengalah, aku tidak akan lagi curhat yang pada dasarnya tidak memerlukan solusi. Untuk itulah gunanya sahabat perempuan, karena kami rata-rata tipe feminim sehingga tanggapan yg akan aku dapatkan ketika curhat adalah tanggapan yg memang kuinginkan qiqiqiqiqi…

Tapi, walaupun pagiku dimulai dengan cara yang tidak cukup menyenangkan, tapi tidak mempengaruhi hariku seharian justru lebih baik karena yg tersisa tentu adalah hal – hal yang menyenangkan saja.
Dan seperti biasa, kurang rasanya jika tidak kututup dengan promosi bisnisku, jadi Yuk kita mulai hari ini dengan semangat positif dan hal baik seperti banyaknya hal baik di CDI *nyengir kuda

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.